Mandalika Circuit
Jika dunia mengenal Monako dengan balapan jalan raya perkotaannya, maka Indonesia memiliki Mandalika—satu-satunya sirkuit MotoGP di dunia yang menyuguhkan pemandangan langsung ke arah pantai tropis yang eksotis. Di tahun 2026, kawasan ini telah bertransformasi menjadi pusat ekosistem otomotif dan hiburan paling modern di Asia Tenggara.
Terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, sirkuit sepanjang 4,31 kilometer dengan 17 tikungan ini tetap menjadi favorit para pembalap dunia.
Tikungan 10 & 16: Menawarkan latar belakang perbukitan hijau dan hamparan pasir putih Pantai Kuta Mandalika yang memukau.
Aspal Berkualitas Tinggi: Menggunakan teknologi Stone Mastic Asphalt (SMA) terbaru, sirkuit ini tetap memberikan daya cengkeram maksimal meski berada di lingkungan pesisir yang lembap.
Memasuki tahun 2026, fasilitas di sekitar sirkuit telah mengalami peningkatan signifikan:
Grandstand yang Lebih Nyaman: Seluruh tribun penonton kini dilengkapi dengan atap peneduh yang lebih modern dan sistem sirkulasi udara yang lebih baik untuk menghadapi cuaca tropis Lombok.
Royal Box & Deluxe Village: Fasilitas VIP ini menawarkan pengalaman menonton premium dengan sajian kuliner khas Nusantara yang telah dikurasi oleh koki ternama.
Mandalika Museum of Speed: Sebuah museum baru di kawasan sirkuit yang menampilkan sejarah balap motor di Indonesia serta koleksi motor-motor ikonik para juara dunia.
Sirkuit Mandalika tidak melupakan akarnya. Motif Batik Subahnale—salah satu motif tenun khas suku Sasak—tetap menghiasi area run-off sirkuit, menjadikannya identitas visual yang sangat kuat di layar televisi global saat siaran langsung MotoGP atau World Superbike (WSBK).
Di tahun 2026, pengelolaan sirkuit semakin ramah lingkungan:
Energi Terbarukan: Sebagian besar operasional sirkuit, termasuk pencahayaan area umum, kini menggunakan energi dari panel surya yang terpasang di sekitar kawasan Mandalika.
Transportasi Listrik: Pengunjung diarahkan menggunakan bus listrik atau sepeda listrik dari kantong parkir menuju area tribun, menciptakan kawasan yang minim polusi suara dan udara.
Pesan Paket Wisata: Sangat disarankan mengambil paket yang menggabungkan tiket balap dengan penginapan di homestay desa wisata sekitar (seperti Desa Sade atau Ende) untuk merasakan pengalaman budaya yang autentik.
Aksesibilitas: Gunakan jalur Bypass BIL-Mandalika yang kini telah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi dari Bandara Internasional Lombok.
Eksplorasi Sekitar: Jangan lewatkan kunjungan ke Bukit Merese di sore hari untuk melihat matahari terbenam dengan pemandangan sirkuit dari ketinggian.
Sirkuit Mandalika di tahun 2026 adalah bukti nyata bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan acara kelas dunia tanpa kehilangan sentuhan alam dan budayanya.
Kami senang anda tertarik! Untuk bergabung, silakan isi formulir berikut dan jadi bagian perjalanan seru kami menjaga budaya Indonesia